
Penulis:
Dr. KH. Rosidi, MA
Sukirman S.Pd.I M.Pd.I
Dr (c) Hendra Matdravi, S.HI, MA
Saif Umar, S. Sos. M. Pd. C. MQ. Al hafizh.
Hj. Nabilla, M.Pd., CDAI
Syahid Abdullah, Lc., M.E., P.hD.
Agus Amriza, S.Pd.I, Gr., M.Pd.
Murdi, M.Sos,. C.Med
Farhat Asy Syuja’i, S.H.
Luqman Hidayat, M.Pd.
Dr. H. Firmansyah, M.Pd
Editor:
Rudi Santoso, M.H.I., M.H.
Buku Tuntunan Da’i, Imam dan Khotib bagi Warga Binaan Narkotika hadir sebagai salah satu ikhtiar pembinaan keagamaan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan penguatan spiritual bagi warga binaan. Buku ini memandang bahwa proses pembinaan tidak hanya berkaitan dengan perubahan perilaku, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menumbuhkan kembali keimanan, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat bagi sesama.
Disusun sebagai panduan pelatihan, buku ini membahas berbagai aspek penting dalam dakwah, mulai dari Islam sebagai agama dakwah, unsur-unsur dakwah, dasar hukum dakwah, metode dakwah bil lisan, bil qalam, dan bil hal, hingga retorika dakwah. Pembahasan tersebut dilengkapi dengan pemahaman tentang Islam, iman, dan ihsan sebagai fondasi kehidupan seorang Muslim, sehingga pembaca tidak hanya memahami bagaimana menyampaikan pesan agama, tetapi juga bagaimana menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini juga memberikan perhatian pada peran da’i dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dakwah diarahkan untuk menghadirkan Islam yang damai, moderat, humanis, dan mampu menjadi perekat kebhinekaan. Di tengah perkembangan zaman, pembaca diajak memahami pentingnya dakwah yang bijaksana, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya dalam membangun generasi yang kuat dalam iman, santun dalam akhlak, serta aktif menyebarkan kebaikan.
Secara praktis, buku ini membekali pembaca dengan tuntunan mengenai pelaksanaan shalat dan khutbah Jumat serta berbagai materi yang dapat digunakan dalam kegiatan dakwah. Beberapa contoh khutbah yang disajikan mengangkat tema beragama yang damai, Islam sebagai agama kemanusiaan, kesetaraan laki-laki dan perempuan, kerukunan di tengah perbedaan, kesabaran dan tawakal dalam menghadapi ujian, serta toleransi tanpa kehilangan jati diri. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi referensi sekaligus bahan praktik bagi calon da’i, imam, dan khotib.
Pada akhirnya, buku ini membawa pesan bahwa masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukanlah akhir dari perjalanan kehidupan, melainkan dapat menjadi ruang untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Semoga buku ini menjadi panduan yang bermanfaat dalam melahirkan pribadi-pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak, mampu menyampaikan kebaikan, serta menjadi bagian dari masyarakat yang menghadirkan kedamaian dan kemaslahatan bagi sesama.

Tinggalkan komentar